Selasa, 28 Januari 2014

Antara Psikoterapi dan Hipnoterapi

 
 
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
Ciri-ciri dari defenisi mengenai psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini:

Interaksi Sistematis :
Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus (goal setting) yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.

Prinsip-prinsip Psikologis :
Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik.

Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan :
Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.

Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi :
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau depresi.

Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, farmakoterapi umumnya memegang peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain farmakoterapi, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik.

Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir.
Kelompok ketiga adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi.

Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.


Hypnotherapy Sebagai Salah Satu Bentuk Psychotherapy:


Menurut Kapplan, Saddock, dan Grebb dalam buku “Sinopsis Psikiatri Jilid II” hal 383
tentang Psikoterapi, Hipnoterapi merupakan salah satu bentuk Psikoterapi, disamping:
> Psikoanalisis dan Psikoterapi Psikoanalitik
> Psikoterapi Singkat dan Intervensi Krisis
> Psikoterapi Individual dan Kelompok
> Terapi Marital dan Keluarga
> Terapi Biofeedback
> Terapi perilaku
> Dan Terapi Kognitif.


Hipnoterapi Menurut Konsil Kedokteran Indonesia:

Hipnoterapi adalah suatu bentuk terapi dengan memberdayakan tenaga pikiran bawah sadar, dengan terlebih dulu mengistirahatkan pikiran sadar klien.

Dokter, menggunakan hipnoterapi berdasarkan Standar Kompetensi Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia (Indonesian Medical Council) dalam rangka terapi kedokteran sebagai salah satu layanan Hipnosis Kedokteran, yaitu Hipnosis Kedokteran Kuratif (Early diagnosis and promt traetment); disamping Hipnosis Kedokteran Promotif (Health promotion), Hipnosis Kedokteran Preventif (Prevention of Diseases) serta Hipnosis Kedokteran Habilitatif (Habilitative Medical Hypnosis) untuk kasus retardasi dan Hipnosis Kedokteran Rehabilitatif (Rehabilitative Medical Hypnosis) untuk kasus regresi.

Paramedik, menggunakan hipnoterapi dibawah pengawasan dokter.

Psikiater, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu bentuk dari Psikoterapi, disamping Somaterapi (farmakoterapi dan fisioterapi seperti ECT / listrik. light therapy / sinar) dan Sosioterapi (WHO: bio-psiko-sosial), dengan Tingkat Kemapuan (Level of Expected Ability) 1 – 4 (knows – does).

Psikolog, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu bentuk Psikoterapi, dalam rangka Hipnosis Klinik Kuratif, disamping Hipnosis Klinik Promotif, Hipnosis Klinik Preventif, Hipnosis Klinik Habilitatif dan Hipnosis Klinik Rehabilitatif. Juga, penggunaan hipnosis untuk bidang psikologi lainnya, seperti pendidikan, penelitian, manajemen, peningkatan sumber daya manusia, dsb.

Hipnoterapis adalah seseorang yang khusus mempelajari hipnoterapi, menggunakan hipnoterapi sebagai satu-satunya bentuk terapi; sehingga disamping menguasai ilmu pengetahuan dan seni ketrampilannya (knowledge and skills, science and art, teori dan praktek), juga perlu mengetahui benar, tujuh hal berikut ini:

1. Alasan penggunaaan hipnoterapi (Indications)
2. Pencegahan penggunaan hipnoterapi untuk kasus tertentu (Precautions)
3. Pantangan penggunaan hipnoterapi (Contra Indications)
4. Efek Samping yang dapat timbul pada hipnoterapi (Side Effects)
5. Penanggulangan efek samping dari hipnoterapi (Side Effects Management)
6. Bahaya yang mungkin timbul pada penggunaan hipnoterapi (Dangers of hypnotherapy)
7. Aspek Hukum dan Etika dari hipnoterapi (Legal and ethical aspects of hypnotherapy)

Saat ini banyak orang yang belum mengenal hypnotherapy secara benar sehingga enggan menjalani hypnotherapy. Masih banyak miskonsepsi terhadap hypnotherapy / hipnoterapi.
Hal ini dikarenakan masyarakat menganggap hypnotherapy sama dengan stage hypnosis yaitu penggunaan hypnosis untuk hiburan / entertainment, padahal hypnotherapy dan hypnosis untuk hiburan adalah dua hal yang sangat berbeda.


Achmad Ridwan Sudirjo, SH,CHT,CI,LAPHP.
Telepon selular / SMS: 0878 1656 7888
Blackberry PIN : 2973B8A0
Email / YM: achmad_ridwan@yahoo.com
Twiter: @achmadridwan
Alamat praktek dan training (dengan perjanjian) :
Jalan Gunung Rahayu 1  Kav. B 1  – Bandung – Jawa Barat
Izin Praktek:  No: 445/3039-Dinkes/30-STPT-Battra/IV/08